Zamroni : Critical Thinking dan Critical Awareness, Konsep Literasi Digital yang Harus Dipahami

Assalam News – Banda Aceh | Critical thinking dan critical awareness merupakan dua konsep literasi digital yang harus dipahami. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) Pusat Dr. Mohammad Zamroni, M. Si pada saat mengisi acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Program Studi S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam, mengusung tema “Literasi Digital Isu Pemilihan Kepala Daerah” berlangsung di Ruang Rapat Direktur Lantai II Gedung Pascasarjana Kampus setempat, Sabtu (8/6/2024).

“Berbicara mengenai literasi digital, terdapat dua konsep yang harus dipahami. Pertama, critical thinking yaitu berpikir secara kritis. Bila hal ini telah di terapkan dalam masyarakat maka kemungkinan munculnya berita hoax di masyarakat akan semakin menipis karena sebelum menyebarkan berita telah dilakukan pengecekan informasi terlebih dahulu. Kedua, critical awareness yaitu kesadaran berpikir. Artinya tidak menerima informasi secara begitu saja,” ungkap Dr. Zamroni.

Ketua Askopis pusat tersebut juga menekankan akan pentingnya literasi digital bagi semua pihak terutama dalam menanggapi informasi-informasi mengenai isu pilkada mendatang, ia juga mengajak kepada semua masyarakat untuk lebih jeli dalam mencari informasi calon-calon Pilkada yang akan maju nantinya.

“Karena ketidaktahuan masyarakat tentang profile dari seseorang dari kandidat yang maju dalam pemilihan Kepala Daerah dan tentu bapak ibu sekalian jadi catatan besar, bagaimana kemudian kita menyikapi dan bagaimana kita memberikan pencerahan kepada masyarakat karena masyarakat adalah penentu,” ucapnya.

Kegiatan FGD yang diikuti 40 peserta tersebut berjalan lancar. Para peserta saling bertukar fikiran membahas literasi digital yang terjadi saat ini, terutama dalam menanggapi isu Pilkada 2024.

Reporter: Amel

Editor: Cut Wulandari Sukma